Monday, October 31, 2016

SYARHIL QUR'AN (HIDUP SESUDAH MATI)



ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN. NAHMADUHU WA NAS TA’INUHU WA NAS FIRUH.
ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLAH.
ASSOLATU WASSALAMU’ALA ASYROFIL AMBIYA IWAL MURSALIN WA ALA ALIHI WASOH BIHI AJMA’IN. AMMA BA’D.

            Adapun judul Syarhil Quran kami pada kesempatan kali ini adalah HIDUP SESUDAH MATI
            Sudah menjadi keyakinan kita, bahwa setiap yang ada permulaannya, pasti akan ada penghabisannya, setiap yang bernafas, setiap yang bernyawa, pasti akan meninggal dunia. Tidak ada keabadian dalam kehidupan ini.
            Lihatlah perubahan yang terjadi pada manuia umumnya. Disaat kita remaja dan dewasa, boleh jadi, apabila kita tersenyum orangpun akan tersenyum melihat kita. Tetapi apabila kita tua, disaat kita tersenyum, orang lain akan kabur. Sebab kenapa?
GIGI SUDAH GUGUR
RAMBUT SUDAH LUNTUR
MATA SUDAH KABUR
URAT SUDAH KENDUR
HANYA BISA MAKAN BUBUR
KALAU TIDAK SHALAT DALAM KUBUR BABAK BELUR

Jadi tidak ada keabadian dalam kehidupan ini.
Ingat .. ! ada akhirat sesudah dunia, dan ada hidup sesudah mati. Sebagaimana firman Allah S.W.T.,dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 28 berikut:
y#øx. šcrãàÿõ3s? «!$$Î/ öNçGYà2ur $Y?ºuqøBr& öNà6»uŠômr'sù ( §NèO öNä3çGÏJム§NèO öNä3Íøtä §NèO ÏmøŠs9Î) šcqãèy_öè? ÇËÑÈ
28.  Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
            Masyiralmuslimiin rahimakumullah..
            Marilah kita merenungi, bahwasanya ajal tidak mengenal usia, lihatlah,betapa banyak orang tua yang meninggal dunia, betapa banyak anak-anak muda yang meninggal dunia, bahkan bayi yang baru lahirpun akan meninggal dunia.
            Ingatlah...! suatu saat nanti kita akan menyusul mereka, suatu saat nanti, kita akan dibungkus dengan kain kapan, akan digiring dengan geranda jenazah, dibaringkan kita diliang lahat, dihadapkan wajah kita ke arah kiblat, lalu kita ditutup dengan kayu, bahkan kita ditimbun dengan tanah.
            Dan sebagai seorang muslim, yang yakin, bahwa kiamat pasti akan datang. Hidup tidak cuma sekali, boleh jadi, kalau kita melakukan korupsi, kalau kita melakukan sogok-menyogok, kalau kita mencuri boleh jadi, kita terlepas dari pengadilan dunia. Tetapi ingatlah. Kita tidak akan pernah lepas dari pengadilan Allah. Pengadilah Yang Maha Adil. Dan tidak ada satupun perbuatan yang bersifat salah yang terlepas dari pengadilan Allah di akhirat nanti.
            Maka untuk itu, mari kita mempersiapkan diri kita untuk kehidupan yang selanjutnya. Bahkan Allah SWT., juga memerintahkan hal yang demikian, seperti mana firman-Nya, dalam Q.S. Al-Hasyr : 18 berikut:
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£s% 7tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ
18.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

            Ma’asyiral Muslimiin rahimakumullah...
            Mari kita mempersiapkan diri kita, bahkan, Nabi Muhaamd juga pernah di nasehati oleh Malaykat Jibril. Ini artinya, bukan hanya menasehati nabi Muhammad. Tetapi menasehati kita semua, dimana malaykat Jibril berkata kepada nabi Muhammad: YAA MUHAMMAD.. ITSMAA SYI’TA FA-INNAKA MAYYIT. Wahai Muhammad.. Hiduplah semaumu, tetapi jangan lupa, kamu pasti akan mati. Kalau sudah dilarang tidak terlarang, dicegah tidak tercegah, kamu mau melakukan perbuatan menurut kemauanmu sendiri persilahkan.. Tapi jangan lupa, FA-INNAKA MAYYIT.. Suatu saat nanti kamu pasti akan mati.
            Kemudian malaykat Jibril berkata lagi: WA’MAL MAA SYI’TA FA-INNAKA MAJZIYUMBIH. Kerjakan apa saja yang hendak engkau kerjakan. Kalau kau mau korupsi silahkan..! mau mencuri silahkan..! mau menzalimi manusia persilahkan kata Jibri.. tapi jangan lupa : FA-INNAKA MAJZIYUMBIH. Suatu saat nanti kamu akan mendapatkan ganjaran terhadap apa yang kamu kerjakan itu.
            Kemudian malaykat Jibril berkata lagi. WA-AHBIB MAA SYI’TA FA-INNAKA MUFAARIQUHU. Dan cintailah apa saja yang hendak engkau cintai. Kalau kau ingin mencintai anak dan istrimu persilahkan..! kau cintai harta bendamu silahkan..! Kau cintai pangkat dan jabatanmu,kau cintai tanah airmu persilahkan kata jibril.. tapi jangan lupa : FA-INNAKA MUFAARIQUHU. Suatu saat nanti kamu akan berpisah terhadap apa yang kamu cintai itu.
            Ma’asyiral Muslimiin rahimakumullah...
            Dari serangkaian syarhil Qur’an ini, dapat kita simpulkan bahwasanya: kehidupan, bukanlah hidup didunia ini saja. Kita akan menemui apa yang disebut dengan ajal. Ingat... kematian lebih pasti dari pada matahari yang terbit besok pagi. Juga perlu kita ingat: bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi kematian adalah awal dari kehipan yang kekal dan abadi.
            Kesimpulan yang selanjutnya yang dapat kita ambil ialah: hendaklah kita mempersiapkan diri kita untuk kehidupan di alam akhirat nanti. HAASIBUU QOBLA AN TUHASABU..
            Demikianllah yang dapat kami sampaikan.. Kami tutup dengan sebuah pantun:


BANYAKLAH MENANGIS SEDIKIT TERTAWA
KARENA DUNIA HANYA SEMENTARA
SIAPKAN DIRI DENGAN TAQWA
SEBELUM MAUT MENJEMPUT KITA


No comments:

Post a Comment